Selasa, 10 Februari 2026

 Peduli Lingkungan dengan mengelola sampah dimulai dari lingkungan rumah tangga

Sampah menjadi satu permasalah yang pelik yang dihadapi oleh hampir semua daerah di Indonesia mulai dari desa hingga perkotaan karena belum ditangani secara komprehensif.

Secara umum sampah dikategorikan menjadi 4 yaitu 

  1. Sampah Organik yang dapat terurai dengan mudah umumnya berasal dari makhluk hidup dan dapat terutai secara alami. Contoh sampah sayuran, makanan, daun kering, sisa buah-buahan, kertas
  2. Sampah Anorganik yaitu sampah kering yang dihasilkan dari sintetis, dan agak sulit terurai namun dapat dimanfaatkan kembali atau di daur ulang, contoh, plastik, kemasan botol dan lain lain
  3. Sampah B3 ( Bahan Beracun Berbaya) Sambah yang beresiko terhadap lingkungan, alam dan makhluk hidup dan juga bagi kesehatan sehingga perlu penanganan khusus. Contohnya kemasan pestisida, oli, bahan kimia, baterai, dan lain lain
  4. Sampah residual yaitu sampah yang sulit di daur ulang seperti popok, pembalut dan yang lain

Jika ditangani dan dioleh sampah ini mempunyai nilai ekonomi dan memberikan manfaat yang baik, sebagai contoh sampah anorganik basah, dapat dioleh menjadi pupuk yang sangat bermanfaat bagi tumbuhan, dan sampah kertas dapat di daur ulang menjadi produk lain yang memberikan manfaat seperti kerajinan. Di Eropa tisu yang digunakan adalah dari bahan yang didaur ulang, sehingga sangat berperan mengurangi volume sampah.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan banyak peraturan terkait dengan penanganan sampah sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan dikemudian hari terhadap lingkungan. Baik pengelolaan sampah rumah tangga maupun industrializador untuk mendukung Net Zero Emissions Tahun 2060. 
Dirumah tangga ada hal yang dapat mudah dilakukan untuk memilah dan mengolah sampah basah menjadi pupuk. Cara sederhana sisa makanan, sayur, buah di kumpulkan dalam satu wajah, seperti jerigen atau ember yang telah di lubangi bagian bawahnya, sehingga pembusukan akan cepat terjadi dan cairan dari sampah akan menjadi pupuk  bagi tanaman. Dengan metode sederhana ini akan sangat mengurangi sampah yang akan dibawah ke TPS maupun TPA. 
Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat melalui instansi terkecil, RT dan RW sehingga masyarakat mengetahui dan termotivasi.
Untuk penanganan sampah reuse dan recycle di beberapa daerah telah digiatkan bank sampah yang dapat membantu perekonomian karena sampah sampah tersebut bernilai jual, dan dapat meningkatkan perekonomian. Penyuluhan dan edukasi harus dilaksanakan secara massif sehingga masyarakat sadar akan dampak dan manfaat dari sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.