MENGENAL GULA DARAH (GLUKOSA DARAH)
Glukosa darah atau yang biasa di sebut dengan gula darah ada gula utama yang ditemukan dalam darah. Gula merupakan salah satu sumber energi yang bersumber dari setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh akan mengolah sebagian besar makana menjadi glukosa dan melepaskan ke aliran darah. Ketika glukosa naik, akan memberikan sinyal atau tanda pada pancreas untuk melepas insulin/ Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel di dalam tubuh yang akan digunakan sebagai energi (Medlinpus-gov). semakin tinggi kadal glukosa dalam darah, mengakibatkan tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup yang akan dipergunakan oleh tubuh. Semakin kadar glukosa yang tinggi semakin lama akan memberikan dampak Kesehatan yaitu disebut dengan penyakit diabetes.
Batasan nilai glukosa darah untuk manusia secara umum diukur pada dua keadaan yaitu sebelum makan: 80-13o mg/dL dan dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL
Kadar glukosa darah yang terlalu tinggi biasa disebut dengan hiperglikemia, dimana indikasinya adalah merasa haus, merasa Lelah atau lemah, sakit kepala, seing buang air kecil, penglihatan kabur, luka yang tidak kunjung sembuh, mati rasa atau kesemutan di kaki dan tangan.
Sebaliknya glukosa darah yang rendah disebut dengan hipoglikemia, Adapun gejalanya adalah goncangan, berkeringat, gugup dan cemas, iritabilitas atau kebingunang, pusing dan kelaparan. Detak jantung cepat, pingsan atau kejang. Glukosa darah rendah sering disebut dengan diabetes tipe 1 dan penderita diabetes tipe 2. Orang dengan kadar gula darah lebih dari 125 mg/dL saat berpuasa (tidak makan selama setidaknya delapan jam). Dan pradiabets 1 jika kadar glukosa dasar puasanya 100 mg/dL hingga 125 mg/dL. Dan jika glukosa darah diatas 125 mg/dL terindikasi diabetes tipe 2, dan jika memiliki glukosa darah diatas 250 mg/dL adalah kadar gula yang sangat tinggi. Jika nilai glukosa darah lebih 180 mg/dL setelah dua jam berpuasa adalah diabetes hiperglikemia.
Terdapat 3 jenis tes gula darah yaitu periode 3 bulan disebut dengan tes AC1, pengetesan ini akan mengindikasikan kondisi gula darah periode 2-3 bulan terakhir. Alat ini tersedia dijual beban dan dapat di lakukan sendiri. Nilainya adalah antara 7% - 8% tergantung usia. Selanjutnya adalah Monitor Glukosa Darah (BMG) dengan alat glucometer, yaitu dengan mengambil sampel darah dari dari jari dan dimasukkan dalam strip selanjutnya di baca oleh monitor. Tes ini dapat di lakukan harian sesuai dengan kebutuhan yaitu pada malam hari. Dan yang terakhir adalah system pemantai flukosa berkelanjutan (CGM) yaitu berfungsi untuk mengukur glukosa sepanjang waktu, akan diperbaharui setiap 1 hingga 15 menit. Alat ini adalah sensor kecil yang dimasukkan kedalam tubuh dan digunakan dalam jangka waktu 14 hari, CGM dilengkapi sinyal penerima dan pembaca yang memungkinkan data dikirim ke ponsel cerdas.
Pengukuran dari A1C adalah jika nilai diagnose kurang dari 5,7% artinya tidak ada diabetes, dan 5,7 % - 6,4 % indikasi pra diabetes, dan diatas 6,5% atau lebih tinggi biasanya diindikasikan diabetes tipe 2 atau diabetes tipe 1.
Pola makan sangat mempengaruhi insulin dalam dalam tubuh, makanan yang diproses secara berlebihan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi membutuhkan insulin lebih banyak. Indeks glikemin (IG) adalah pengukuran untuk memberikan peringkat kepada makanan yang mengandung karbohidrat yang sangat mempengaruhi kadar gula darah. Indeks Glikemik membuat referensi yaitu IG rendah 55 atau kurang, IG sedang 56-69 dan IG tinggi 70 atau lebih. Manakan dengan karbohidrat dan tidak mengandung serat pada umumnya diklasifikasikan IG tinggi dan sebaliknya makanan dengan karbohidrat rendah dan mengandung banyak serat pada klasifikasi IG rendah.
Berikut ini adalah contoh makan dengan IG tinggi roti putih, kentang, sereal sarapan, kue dan biscuit, buah-buahan seperti semangka dan kurma. Sedangkan makanan yang mengandung IG rendah seperti buah apel dan beri, sayuran non tepung seperti asparagus, kembang kol, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, produk susu, ikan dan daging.
Diabetes tipe 1 akan berkembang ketika sistim imun secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang berfungsi untuk memproduksi insulin. Kerusakan yang terjadi secara terus menerus akan mengakibatkan kekurangan insulin secara menyeluruh. Meskipun ilmuwan belum mengetahui secara pasti penyebab diabetes tipe 1, tetapi dampak genetic tanpa riwayat penyakit di keluarga berpotensi 0,4%, sedangkan jika ibu kandung menderita diabetes tipe 1 berpotensi 1 % hingga 4 %, dan jika ayah kandung menderita akan berpotensi 3%-8%. Dan jika kedua orang tua menderita diabetes tipe 1 akan berpotensi 30%, walaupun faktor tertentu seperti virus atau racun juga memicu sistim imun menyerang sel-sel di pankreas.
Banyak insulin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berat badan, usia, tingkat aktifitas fisik, jenis makanan yang dimakan dan besarnya glukosa yang terkandung dalam darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar